Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pengusaha Ingatkan Tarif Trump jadi Tantangan Baru Industri Motor Listrik RI

Aismoli mengingatkan kebijakan AS terkait dengan penerapan tarif impor timbal balik sebesar 32% dapat menjadi tantangan bagi industri otomotif listrik.
Karyawan memeriksa motor listrik di salah satu showroom Yadea di Jakarta, Rabu (16/10/2024).  Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan memeriksa motor listrik di salah satu showroom Yadea di Jakarta, Rabu (16/10/2024). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik (Aismoli) mengingatkan kebijakan Amerika Serikat (AS) terkait dengan penerapan tarif impor timbal balik (reciprocal tariff) sebesar 32% kepada Indonesia dapat menjadi tantangan bagi industri otomotif listrik.

Ketua AISMOLI Budi Setiyad menuturkan, meski RI belum menjadi negara pengekspor sepeda motor listrik atau komponennya ke AS, namun dampaknya dapat dirasakan secara tidak langsung di dalam negeri.

Dia mengatakan, secara makro akan beresiko terhadap inflasi dan penurunan daya beli masyarakat. Selain itu, negara-negara lain yang mengalami kondisi serupa, seperti China, akan mencari pasar alternatif selain Amerika Serikat. 

Indonesia, dengan populasi besar dan daya beli yang kuat, dianggap sebagai negara yang menarik.

Budi pun berharap pemerintah Indonesia melakukan inisiatif-inisiatif yang dapat menciptakan pasar yang lebih kuat. Hal ini untuk melindungi produsen lokal dari kemungkinan gempuran barang-barang impor yang masuk ke Indonesia. 

"Salah satu lingkup yang perlu dijaga oleh pemerintah adalah kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri [TKDN] untuk melindungi produk-produk lokal Indonesia dan mencegah dominasi produk impor," kata Budi melalui keterangan resmi, Jumat (4/4/2025).

Tidak hanya dari sisi kebijakan, pengawasan pemerintah dalam memastikan kebijakan TKDN sudah dijalankan secara tepat oleh 
industri juga perlu diperkuat.

Budi menegaskan dalam meningkatkan TKDN sebagai salah satu alat, pemerintah perlu lebih menguatkan industri dalam negeri mulai dari hulu sampai hilir industri. Dia juga mengimbau  industri anggota AISMOLI agar tetap fokus dan terus berupaya meningkatkan kualitas yang mampu bersaing di kancah global.

"Dalam konteks perang tarif yang sedang berlangsung, asosiasi berpandangan bahwa Indonesia harus menangani situasi ini dengan tarif yang kompetitif," imbuh Budi.

Dia juga mengingatkan agar pemerintah tidak  terpancing untuk membuka pasar secara luas dan membiarkan produk impor menguasai pasar domestik.

"Langkah lain yang dapat dilakukan pemerintah adalah melakukan evaluasi terhadap tarif barang barang dari Amerika Serikat tanpa menurunkan daya saing produk domestik. Dengan cara ini, industri dalam negeri dapat terlindungi dan tetap kompetitif di pasar domestik," kata Budi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper